Showing posts with label INFO RAMADHAN. Show all posts
Showing posts with label INFO RAMADHAN. Show all posts

Wednesday, 10 December 2014

Shalat Istikharah untuk Menjemput Jodoh

Pada postingan saya sebelumnya tentang Shalat Tahajjud untuk Menjemput Jodoh dilanjutkan dengan Amalan dan Doa Menjemput Jodoh.

Semuanya tentang jodoh.
Selanjutnya saya mencoba untuk share kelanjutannya.

Saat ini, banyak sekali yang merasa bahwa teman laki-laki yang dekat dengan kita saat ini merupakan jodoh yang terbaik untuk kita. Banyak yang merasa galau dengan pilihannya atau yang sedang atau akan dijalaninya. Tapi itu semua kembali kepada Allah yang mengatur dan memberikan jodoh kita.

Yuk, lebih baik kita shalat istikharah. Insya Allah mungkin akan ada jawabannya.


"وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)


Apa itu shalat istikharah?

Shalat istikharah adalah shalat sunnah yang dikerjakan ketika seseorang hendak memohon petunjuk kepada Allah, untuk menentukan keputusan yang benar ketika dihadapkan kepada beberapa pilihan keputusan. Sebelum datangnya Islam, masyarakat jahiliyah melakukan istikharah (menentukan pilihan) dengan azlam (undian). Setelah Islam datang, Allah melarang cara semacam ini dan diganti dengan shalat istikharah.
Dalil disyariatkannya shalat istikharah

Apakah ada bukti dalil tentang istikharah?

Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنَ القُرْآنِ، يَقُولُ: " إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ، فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الفَرِيضَةِ، ثُمَّ لِيَقُلْ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ العَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الغُيُوبِ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي - أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ - فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي، ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي - أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ - فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِي الخَيْرَ حَيْثُ كَانَ، ثُمَّ أَرْضِنِي " قَالَ: «وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ» (رواه البخاري [1162، 6382، 7390] وغيره).

Dari Jabir bin Abdillah RA, ia berkata: Rasulullah SAW mengajarkan istikharah kepada kami dalam segala urusan, semuanya, sebagaimana beliau mengajarkan sebuah surat dari Al-Qur’an, beliau bersabda: “Jika salah seorang diantara kamu mempunyai keinginan terhadap sesuatu, hendaklah ia melakukan shalat dua rakaat yang bukan fardhu, kemudian membaca doa: ‘Ya Allah, sesungguhnya aku memohon yang terbaik kepada-Mu dengan wasilah ilmu-Mu dan memohon takdir kepada-Mu dengan wasilah qudrat-Mu, dan aku memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu yang agung, sebab Engkau memiliki qudrat (kemampuan) sedangkan aku tidak memilikinya, dan Engkau mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau adalah Dzat yang Maha Mengetahui segala yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini – dipersilahkan menyebutkan urusan dan hajatnya- adalah yang terbaik untukku dalam agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku’ – atau ia berkata: ‘urusanku sekarang dan kemudian’ –‘ maka takdirkanlah untukku dan mudahkanlah untukku, kemudian, berikanlah keberkahan kepadaku dalam urusan itu, dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini – dipersilahkan menyebutkan urusan dan hajatnya – adalah buruk untukku dalam agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku’ – atau ia berkata: ‘urusanku sekarang dan kemudian’ – ‘maka palingkan ia dariku dan palingkan diriku darinya, dan takdirkanlah yang terbaik untukku di mana pun ia berada, kemudian, jadikan diriku ridha kepadanya’”.

(HR Bukhari [1162, 6382 dan 7390) dan juga diriwayatkan oleh yang lainnya.


Kapan melaksanakan shalat istikharah?

Shalat istikharah dianjurkan melaksanakannya untuk segala urusan bersifat mubah seperti MENIKAH, perdagangan, pilahan tempat study, perjalanan (safar) dsb. Shalat istikharah umumnya dilaksanakan pada sepertiga malam, namun pada dasarnya shalat istikharah dapat dilaksanakan pada waktu kapanpun jika pelaksanaan shalat istikharah sudah dihadapkan dengan urusan yang sudah mendesak.

Bagaimana melakukan shalat istikharah?

1. Bersuci, baik wudhu atau tayammum.

2. Niat Solat Istikharah :



Usholli Sunnatal Istikhoroti Rak'ataini Lillahi Ta'ala:
"“Aku Niat Shalat Sunnah Istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala".

2-Rakaat pertama setelah membaca surat al-Fatihah membaca surah al-Kafirun. Dan rakaat kedua setelah al-Fatihah membaca surat al-Ikhlas. Lalu salam dan membaca doa shalat istikharah.


3. Doa Istikharah




“Ya Allah hamba memohon agar Tuhan memilihkan mana yang baik menurut Engkau Ya Allah. Dan hamba memohon Tuhan memberikan kepastian dengan ketentuan-Mu dan hamba memohon kemurahan Tuhan yang Besar lagi Agung karena sesungguhnya Tuhan yang Berkuasa sedang hamba tidak tahu dan Tuhanlah yang amat mengetahui segala sesuatu yang masih tersembunyi. Ya Allah, jika Tuhan mengetahui, bahwa persoalan ini (Sebutkan masalahnya)........baik bagi hamba, dan baik pula akibatnya bagi hamba, maka berilah perkara ini kepada hamba, dan mudahkanlah ia bagi hamba, kemudian berikanlah keberkahan bagi hamba, dan penghidupan hamba, dan jika tidak baik akibatnya bagi hamba, maka jauhkanlah ini dari hamba dan jauhkanlah hamba dari padanya. Dan berilah hamba orang yang rela atas anugrah-Mu.”

4. Doa Mendapatkan Jodoh
Ya Allah Jika Ia Yang Terbaik Buatku, Izin aku menjauhinya demi kesuciannya. menjaganya selalu dengan doa, untuk tak melihatnya dengan rasa nafsu belaka.
(pria) Ya Allah Jika Ia Yang Terbaik Buatku. semoga dia adalah wanita Soleha. Berbakti kepada ayah bundanya. selalu menangis karenamu Ya Robb. dan pandai menjaga diri dengan do’a-do’a..
(wanita) Ya Allah Jika Ia Yang Terbaik Buatku. semoga dia adalah pria Soleh. Berbakti kepada ayah bundanya. selalu menangis karenamu Ya Robb. dan pandai menjaga diri dengan do’a-do’a..


Nah, setelah melaksanakan shalat istikharah. Apakah jawabannya ada dalam mimpi?

Banyak orang beranggapan bahwa jawaban istikharah akan Allah sampaikan dalam mimpi. Ini adalah anggapan yang yang sama sekali tidak berdalil. Karena tidak ada keterkaitan antara istikharah dengan mimpi. Syaikh Masyhur Hasan Salman hafizhahullah mengatakan,

Mimpi tidak bisa dijadikan acuan hukum fiqih. Karena dalam mimpi setan memiliki peluang besar untuk memainkan perannya, sehingga bisa jadi setan menggunakan mimpi untuk mempermainkan manusia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الرؤيا ثلاثة، من الرحمن ومن الشيطان وحديث نفس

“Mimpi ada 3 macam: dari Allah, dari setan, dan bisikan hati.”
Beliau juga menjelaskan bahwa mimpi tidak bisa untuk menetapkan hukum, namun hanya sebatas diketahui. Dan tidak ada hubungan antara shalat istikharah dengan mimpi. Karena itu, tidak disyaratkan, bahwa setiap istikharah pasti diikuti dengan mimpi. Hanya saja, jika ada orang yang istikharah kemudian dia tidur dan bermimpi yang baik, bisa jadi ini merupakan tanda baik baginya dan melapangkan jiwa. Tetapi, tidak ada keterkaitan antara istikharah dengan mimpi. (Al-Fatwa Al-Masyhuriyah: http://almenhaj.net/makal.php?linkid=124)



Jodoh akan datang ketika Allah melihat kita sudah siap menerimanya. Bukan karena kita meng-INGIN-kannya. Oleh karena itu, marilah kita SENANTIASA berbaik sangka kepada-Nya. YAKINLAH bahwa jodoh kita pasti ada meskipun tidak untuk saat ini. Namun PERCAYAlah rencana Allah merupakan yang TERBAIK dan TERINDAH untuk hamba-hamba Nya.

Jadi, semoga kita tidak meng-GALAU lagi dan kembali meningkatkan IKHTIAR dan senantiasa bermunajat kepada yang memberikan jodoh yaitu Allah SWT.

Semoga Allah berkenan MENDEKATKAN jodoh bagi kita dengan seorang yang baik akhlaqnya SHOLEH/SHOLEHAH, baik untuk agama, dunia, dan akhirat. Amiiin


Seperti apa yang disampaikan teman saya pada blognya, mari kita memperbaiki diri/memantaskan diri untuk mendapatkan yang terbaik.

Oleh: Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com) dengan sedikit tambahan.

Semoga bermanfaat.




Tag: Shalat, Istikharah, Jodoh, Menjemput, Memantapkan hati.
bacaan doa setelah sholat istikharah, bacaan shalat istikharah jodoh, bacaan sholat istikharah latin, berapa rakaat sholat istikharah, cara melaksanakan sholat istikharah, cara melakukan sholat istikharah, cara mengerjakan sholat istikharah, cara shalat istikharah dalam memilih jodoh, cara shalat istikharah jodoh, cara shalat istikharah petunjuk jodoh, cara shalat istikharah untuk jodoh, cara sholat istikharah, cara solat istikharah dalam memilih jodoh, cara solat istikharah jodoh, cara solat istikharah memilih jodoh, cara-cara sholat istikharah, do a sholat istikharah, doa istikharah jodoh, doa istikharah untuk jodoh, doa selesai sholat istikharah, doa sesudah sholat istikharah, doa setelah sholat istikharah, doa setelah sholat istikharah latin, doa shalat istikharah jodoh, doa shalat istikharah untuk jodoh, doa sholat istikharah, doa solat istikharah untuk jodoh, faedah sholat istikharah, istikharah jodoh, istikharah untuk jodoh, kegunaan sholat istikharah, khasiat sholat istikharah, makna sholat istikharah, manfaat sholat istikharah, niat dan doa sholat istikharah, niat shalat istikharah jodoh, niat shalat istikharah untuk jodoh, niat sholat istikharah, niat solat istikharah untuk jodoh, panduan shalat istikharah jodoh, panduan sholat istikharah, pengertian sholat istikharah, petunjuk istikharah jodoh, shalat istikharah dalam memilih jodoh, shalat istikharah jodoh, shalat istikharah untuk jodoh, shalat istikharah untuk memilih jodoh, shalat istikharah untuk menentukan jodoh, sholat istikharah, sholat istikharah adalah, sholat istikharah dan doanya, sholat istikharah dan tahajud, sholat istikharah yang benar, sholat sunat istikharah, sholat sunnah istikharah, solat istikharah dalam memilih jodoh, tata cara melaksanakan sholat istikharah, tata cara shalat istikharah jodoh, tata cara shalat istikharah untuk jodoh, tata cara sholat istikharah, tatacara sholat istikharah, tuntunan sholat istikharah, waktu melaksanakan sholat istikharah, waktu shalat istikharah jodoh, waktu sholat istikharah, waktu sholat istikharah yang baik, waktu untuk sholat istikharah, waktu yang tepat untuk sholat istikharah.

Friday, 7 September 2012

Subhanallah Dahsyatnya Energi Matahari


Subhanallah Dahsyatnya Energi Matahari

Oleh: H.M. Farid Anwar

Demi matahari dan cahayanya di pagi hari.
( Q.S. Asy-Syamsu 1)

Karena kemurahan dan kebesaran Allah untuk keselamatan dan kenyamanan umatNya yang berada di bumi, diciptakanlah matahari agar di kehidupan bumi dapat berlangsung normal dan aman. Betapa tidak? Bayangkan bila tidak ada matahari segenap makhluk hidup tidak akan hidup.

Untuk mengenal Kebesaran dan Kemurahan Allah, mari kita mengenal ciptaan Nya yang bernama matahari.
Menurut penelitian, tiga abad yang lalu ketika seorang ilmuwan astronom yang bernama Galileo Galilei mengamati dan mengarahkan teleskopnya ke bulan, ia takjub melihat permukaan bulan yang penuh lubang-lubang kawah dan pegunungan batu yang terjal. Makin lama makin banyak lubang terutam yang kecil.
Ketika berita ini sampai ke istana Vatikan, Paus murka karena menganggap Galileo menghina Tuhan dan membahayakan agama Kristen. Maka paus mengeluarkan larangan keras untuk melihat bulan dengan memakai teleskop Galileo.

Namun ketika Galileo mengarahkan teleskopnya ke matahari ia makin terperanjat demi menyaksikan bintik-bintik hitam bertaburan di matahari.

Bagaimana ia menyampaikan kepada masyarakat sedangkan berita tentang permukaan bulan saja masyarakat tidak percaya bagaimana dengan bintik hitam pada matahari?
Seiring majunya ilmu alam terutama ilmu fisikanya, maka diketahui bahwa bintik hitam di matahari sebenarnya adalah ledakan gas panas yang dahsyat , ledakan ini mengakibatkan terjadinya pusaran gas panas yang sangat besar yang naik membumbung ke permukaan matahari sampai mencapai ratusan ribu kilometer bahkan sampai sejuta kilometer dari permukaan matahari.

Sambil naik bergulung-gulung seperti spiral, gumpalan gas ini makin bertambah lebar sesuai sifat gas yang makin turun suhunya bila bertambah besar maka gumpalan yang makin dingin ini sinarnya makin redup dan nampak lebih hitam dari permukaan matahari. Noda hitam ini ukurannya cukup besar, paling kecil seukuran bumi. Subhanallah!

Peristiwa ini sangat berpengaruh pada bumi terutama pada gelombang radio. Beberapa tahun yang lalu selama beberapa jam seluruh kapal perang USA tidak bisa berhubungan dengan markasnya. Demikian pula pusat komandonya tidak dapat menerima atau mengirim kabar ke kapal-kapal yang sedang beroperasi karena adanya ledakan dahsyat pada matahari, dimana gas panas yang dilontarkan menjilat ke atas samai sejauh sejuta kilometer dari permukaan matahari. Keadaan putusnya komunikasi ini juga dialami kapal kapal lainnya.

Noda matahari ini terjadi secara periodik setiap 11 tahun sekali akan berulang. Ilmu pengetahuan belum bisa mengungkap terjadinya peristiwa ini.
Kembali membahas tentang matahari, matahari sebenarnya adalah salah satu dari jutaan bintang yang tersebar di langit. Bintang bintang adalah matahari yang jauh dari kita, sedang matahari adalah bintang yang terdekat dengan kita.

Sebagaimana bintang bintang, matahari adalah sebuah bola api gas yang sangat panas dengan garis tengah 1.400.000 kilometer (sekitar 110 kali bumi). Panas permukaannya 6000’C sedangkan panas noda matahari 4000’C, karena perbedaan suhu inilah maka noda matahari nampak lebih redup dari permukaan matahari sehingga nampak hitam. Suhu di dalam matahari mencapai 5000000’C sedangkan intinya mencapai 20.000.000’C. Allahu Akbar!

Manfaat sinar matahari sangat banyak diantaranya :
1. Sinarnya yang kuat sangat bermanfaat di bumi. Dengan panas ini menyebabkan peredaran angin, pergantian musim dan turunnya hujan.
2. Matahari bisa dijadikan sebagai Energi Matahari. Dengan cara menampung energi matahari ke dalam sel listrik yang disatukan sehingga bisa menghasilkan energi listrik. Dengan demikian satelit atau laboratorium angkasa yang mengambang di angkasa tak perlu lagi membutuhkan listrik dari bumi.
3. Sinar matahari sangat dibutuhkan tanaman untuk melakukan proses fotosintesis agar tumbuh subur dan menghasilkan bermacam makanan, buah, sayur, bahan kimia dan lainnya yang bermanfaat bagi manusia.
 4. Sinar matahari dibutuhkan hewan di laut karena membutuhkan makanan berupa lumut dan rumput yang memerlukan sinar matahari juga. Sehingga binatang laut ini bisa dimanfaatkan oleh manusia.

Maka sangat tepat bila Allah mengingatkan bagi yang berakal memperhatikan ciptaan-Nya seperti firman Allah pada surat Ali-Imran 190: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.”

Semoga Allah selalu membimbing kita agar selalu ingat dan bersyukur pada Kebesaran dan Kemurahan Nya dalam menciptakan dan memelihara makhluknya. Amin..

Tuesday, 30 August 2011

Metode Menentukan Idul Fitri 1 Syawal ala Rasulullah, Rukyah Hilal atau Hisab?

Rukyah Hilal Awal Syawal Cara Menentukan Idul Fitri 1 Syawwal ala Rasulullah, Rukyah Hilal atau Hisab?Awal Ramadhan dan awal Syawal seringkali menjadi polemik, karena adanya perbedaan cara penghitungan atau cara penetapannya. Rasulullah sebenarnya sudah memberikan petunjuk melalui hadits yang masih tercatat sampai sekarang. Cukup simpel, mudah, dan tidak memberatkan.

Berikut nukilan hadits dari kitab Shahih Bukhari.



No. Hadist: 1773

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ رَمَضَانَ فَقَالَ لَا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْا الْهِلَالَ وَلَا تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Maslamah telah menceritakan kepada kami Malik dari Nafi’ dari ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan tentang bulan Ramadhan lalu Beliau bersabda: “Janganlah kalian berpuasa hingga kalian melihat hilal dan jangan pula kalian berbuka hingga kalian melihatnya. Apabila kalian terhalang oleh awan maka perkirakanlah jumlahnya (jumlah hari disempurnakan) “.

No. Hadist: 1774

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ لَيْلَةً فَلَا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلَاثِينَ

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Maslamah telah menceritakan kepada kami Malik dari ‘Abdullah bin Dinar dari ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Satu bulan itu berjumlah dua puluh sembilan malam (hari) maka janganlah kalian berpuasa hingga kalian melihatnya. Apabila kalian terhalang oleh awan maka sempurnakanlah jumlahnya menjadi tiga puluh”.



No. Hadist: 1776

حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ قَالَ قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ

Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu’bah telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ziyad berkata, aku mendengar Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, atau katanya Abu Al Qasim shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Berpuasalah kalian dengan melihatnya (hilal) dan berbukalah dengan melihatnya pula. Apabila kalian terhalang oleh awan maka sempurnakanlah jumlah bilangan hari bulan Sya’ban menjadi tiga puluh”.

Mudah kan? Melihat… bukankah semua orang selama punya mata yang normal bisa melihat? Rasulullah tidak membebani umatnya dengan hal-hal yang memberatkan, hanya saja kadang umatlah yang membebani diri sendiri dengan hal-hal yang berat.

Dari hadits di atas kita bisa tahu, bahwa penentuan awal Ramadhan dengan melihat bulan sabit di penghabisan tanggal 29 sya’ban, bukan tanggal 28, 27, atau sebelumnya seperti yang dilakukan kelompok Tharikat sattariyah di Padang Pariaman Sumatra Barat. Tanggal 28 itu masih disebut bulan mati, secara akalpun tak akan bisa dilihat.

Sedangkan benda yang menjadi pijakan dalam hal penentuan awal Ramadhan adalah bulan sabit, bukan yang lain seperti yang dilakukan kelompok jamaah an nadzir di Gowa, Sulawesi Selatan. Mereka menggunakan tinggi gelombang air laut.

Metoda yang dilakukan Rasulullah adalah dengan melihat, bukan menghitung.Melihat berarti membuktikan bahwa bulan memang terlihat, sedangkan ketika kita menghitung dan menetapkan , seakan-akan semua itu pasti adanya. Padahal di dunia ini tidak ada yang pasti. Apakah ketika hitungan kita mengatakan tanggal sekian bulan terlihat, itu akan pasti terlihat? Belum tentu…kita harus bisa membuktikan dengan melihat. Akhir dari segala keputusan adalah dengan melihat.

Ketika akhir tanggal 29 sya’ban kita tidak bisa melihat bulan sabit, maka petunjuk Rasulullah, genapkan bulan Sya’ban menjadi 30 hari. Tidak terlihatnya mungkin dikarenakan memang belum muncul, atau terhalang mendung. Tidak usah was-was, karena semua itu sudah sesuai pesan Rasulullah.
Semoga ilmu yang dibawa Rasulullah ini tidak akan punah karena umat Islam mencari jalan lain dalam menentukan awal Ramadhan dan awal syawal. Ini bisa saja terjadi karena alasan perkembangan jaman, maka ilmu ini ditinggalkan. Padahal ketika jaman Rasulullah dulu, ketika belum ditemukan peralatan canggih, hanya dengan menggunakan mata telanjang mereka bisa melihat bulan sabit untuk menentukan awal Ramadhan. Kalau bukan kita orang Islam, siapa lagi yang harus mengikut ilmu Rasulullah saw.

Saturday, 27 August 2011

Bagaimana Cara Mengetahui Datangnya Malam Lailatul Qodar?

Siapa pun umat Islam tak ingin melewatkan dan meraih lailatul qodar. Betapa tidak, malam yang yang sangat istimewa sebagaimana disebutkan dalam Alquran adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu 83 tahun lebih 4 bulan (lailatul qadri khairun min alfi sahr).

Seumpama sehari orang shalat fardlu 17 rakaat, maka selama seribu bulan pahalanya identik dengan shalat 510.000 rakaat. Padahal rata-rata usia umat Muhammad berkisar 60 tahun. Kalau sehari melaksanakan shalat wajib 17 rakaat, maka dalam usia 60 tahun hanya mampu melaksanakan 367.200 rakaat. Betapa besar kemuliaan yang dijanjikan Allah pada lailatul qadar.

Pertanyaannya, kapan sebenarnya malam kemuliaan (lailatul qadar) itu? Dalam Alquran Allah bertanya, tahukah kamu apakah malam kemuliaan (lailatul qadar) itu? Allah menjawab pada ayat berikut (lailatul qodri khoirun min alfi sahr) Allah tampaknya sengaja merahasiakan kapan hari “H” lailatul qadar agar manusia berpikir. Karena kerahasiaan Allah itu sampai sekarang berkembang kontroversi atau polemik tentang malam seribu bulan.

Ada yang berpendapat, hari “H” sengaja dirahasiakan Allah agar umat Islam menghidupkan ramadan sejak awal hingga akhir. Andaikan para kiai dan ulama sepakat lailatul qadar pada malam 27 misalnya, mungkin umat Islam di dunia pilih beribadah habis-habisan pada malam itu saja. Malam-malam ramadan yang lain bisa diabaikan.

Ada juga yang menerjemahkan salamun hiya hatta mathlail fajr atau malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar. Tidak hanya sampai terbitnya matahari, tetapi panjang sampai hitungan yang tidak terbatas. Walhasil kontroversi itu semakin panjang untuk didiskusikan. Bahkan mungkin kalau dibahtsulmasailkan (membahas masalah masalah agama) tidak akan ada habis-habisnya.

Umat Islam yang meyakini lailatul qadar berada di malam likuran atau malam ganjil di atas tanggal 20 ramadan mungkin dilandasi oleh sebuah hadits yang artinya carilah lailatul qadar pada malam ganjil, sepertiga yang terakhir dari bulan ramadlan.

Jadi, tidak perlu disalahkan kalau kemudian para kiai, ulama dan mubalig di masjid dan mushala mengekploitasi hadits tersebut besar-besaran.

Dampaknya tentu pada malam likuran semangat beribadah terasa tertambah seperti mendapat energi baru di tengah tengah kelesuan menjalankan amalan-amalan di bulan ramadan.

Cara Menghitung

Untuk mengetahui kapan hari “H” lailatul qadar, Imam Asy-Syaíroni memberi pedoman dengan melihat awal ramadan. Kalau awal ramadan jatuh pada Jumat atau Selasa, berarti lailatul qadar jatuh pada malam 29 ramadan.

Kalau awal ramadan jatuh pada Ahad atau Rabu maka lailatul qadar jatuh pada malam 27 ramadan.

Jika awal ramadan Kamis, maka lailatul qadar jatuh pada malam 25 ramadan. Kalau awalnya Sabtu jatuh pada malam 23 ramadan dan jika awal ramadan pada Senin maka jatuh pada malam 21 ramadan.

Imam Asy-Syaíroni juga memberikan tanda-tanda, yaitu pada malam itu cuaca dalam keadaan terang benderang dan cerah, tidak ada hujan dan bintang di langit menampakkan sinarnya, angin semilir dan tidak panas.

Pagi harinya matahari terbit tidak langsung memancarkan sinar panas tetapi agak redup dan tidak mendung.

Pada prinsipnya, saya setuju kalau ada yang berpendapat malam kemuliaan itu sejak awal hingga akhir ramadan. Yang penting, gelora semangat untuk beribadah terpompa tidak hanya di bulan suci ramadan, akan tetapi juga 11bulan lain di luar bulan suci ramadlan.

Insya Allah kalau sejak awal ramadan kita membiasakan qiyamul lail, shalat tasbih, tahajud, hajat, tawarih dan lain-lain kita akan mendapat berkah lailatul qadar. Amin ya rabbal alamin.(77)

KHM Habib Lutfi, Ketua MUI Jateng. Kamis, 04 Oktober 2007 Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA

Friday, 26 August 2011

Kisah Rasulullah Muhammad SAW Mendapat Malam Lailatul Qodar di Malam 27 Ramadhan

Karena malam ini bertepatan dengan malam 27 Ramadhan,, saya ingin membagi sedikit kisah tentang Rasulullah ketika bertemu malam Lailatul Qadar pada 27 Ramadhan.

doa Kisah Rasulullah SAW Mendapat Malam Lailatul Qodar di Malam 27 RamadhanDiriwayatkan bahwa Rasulullah SAW sedang duduk i’tikaf semalam suntuk pada hari-hari terakhir Bulan Suci Ramadhan. Para sahabat pun tidak sedikit yang mengikuti apa yang dilakukan Nabi SAW ini. Beliau berdiri shalat mereka juga shalat, beliau menegadahkan tangannya untuk berdo’a dan para sahabatpun juga serempak mengamininya. Saat itu langit mendung tidak berbintang. Angin pun meniup tubuh-tubuh yang memenuhi masjid. Dalam riwayat tersebut malam itu adalah malam ke-27 dari Bulan Ramadhan.

Disaat Rasulullah SAW dan para sahabat sujud, tiba-tiba hujan turun cukup deras. Masjid yang tidak beratap itu menjadi tergenang air hujan. Salah seorang sahabat ada yang ingin membatalkan shalatnya, ia bermaksud ingin berteduh dan lari dari shaf, namun niat itu digagalkan karena dia melihat Rasulullah SAW dan sahabat lainnya tetap sujud dengan khusuk tidak bergerak. Air hujan pun semakin menggenangi masjid dan membasahi seluruh tubuh Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang berada di dalam masjid tersebut, akan tetapi
Rasulullah SAW dan para sahabat tetap sujud dan tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya.

Beliau basah kuyup dalam sujud. Namun sama sekali tidak bergerak. seolah-olah beliau sedang asyik masuk kedalam suatu alam yang melupakan segala-galanya. Beliau sedang masuk kedalam suatu alam keindahan. Beliau sedang diliputi oleh cahaya Ilahi. Beliau takut keindahan yang beliau saksikan ini akan hilang jika beliau bergerak dari sujudnya. Beliau takut cahaya itu akan hilang jika beliau mengangkat kapalanya. Beliau terpaku lama sekali di dalam sujudnya. Beberapa sahabat ada yang tidak kuat menggigil kedinginan. Ketika Rasulullah SAW mengangat kepala dan mengakhiri shalatnya, hujan pun berhenti seketika.

Anas bin Malik, sahabat Rasulullah SAW bangun dari tempat duduknya dan berlari ingin mengambil pakaian kering untuk Rasulullah SAW. Namun beliau pun mencegahnya dan berkata “Wahai anas bin Malik, janganlah engkau mengambilkan sesuatu untukku, biarkanlah kita sama-sama basah, nanti juga pakaian kita akan kering dengan sendirinya. ” Anas pun duduk kembali dan mendengarkan dengan seksama cerita Rasulullah SAW mengapa beliau begitu lama bersujud. Masya Allah….ternyata ketika tadi Rasulullah SAW, dan disaat hujan mulai turun, disaat itu pula malaikat dibawah pimpinan jibril turun dalam keindahan dan bentuk aslinya. Mereka berbaris rapi dengan suara gemuruh tasbih dan tahmid mereka bergema dilangit dan dibumi serta alam semesta saat itu dipenuhi dengan cahaya ilahi. Inilah yang membuat Rasulullah SAW terpaku menyaksikan keindahan dan cahaya yang sama sekali tidak pernah dilihat oleh mata. Gema tasbih dan tahmid malaikat yang tak pernah didengar oleh telinga dan suasana yang tidak pernah bisa dibayangkan oleh pikiran manusia.

Itulah lailatul qadar. Tahukah kalian, apakah Lailatul Qadar ?

Lailatul qadar yang sesaat itu lebih baik dari pada seribu bulan. Di malam itu, para malaikat dibawah pimpinan Jibril turun atas izin Allah SWT, mereka menebarkan kedamaian, keselamatan, kesejahteraan dan mengatur segala urusan, mereka menyampaikan salam sampai terbitnya fajar keseluruh semesta alam.

Sekarang Kita sudah hampir mencapai puncak terakhir dari Bulan Ramadhan, dan dipuncaknya kita mendapatkan pembebasan dari api neraka. Pada malam-malam terakhir, para malaikat turun dari langit untuk menaburkan kasih sayang Allah SWT kepada para hambanya dan menyampaikan salam kepada kaum beriman hingga terbitnya fajar, itulah yang dinamakan lailatul qadar, malam yang lebih afdhal daripada seribu malam.

Lailatul Qadar adalah malam kebesaran Allah SWT, malam keagungan-Nya, malam pengampunan-Nya, malam yang dimiliki-Nya untuk memberi maaf kepada para pembuat dosa dan menebarkan kasih sayang kepada para hamba-Nya. Dilangit ada kerajaan sangat besar yang mengatur dan mencatat segala amal manusia dimuka bumi ini. Ketika para malaikat melihat kitab catatan amal manusia, mereka iri dengan amal yang hanya khusus dilakukan penduduk bumi dimalam-malam lailatul qadar. Malaikat pun tidak ada yang dapat menirunya. Salah satu di antaranya adalah rintihan taubat para pembuat dosa yang kemudian diampuni segala dosa-dosanya.

Allah SWT berfirman dalam sebuah hadist qudsi: “Aku lebih suka mendengarkan rintihan para pembuat dosa ketimbang gemuruh suara tasbih. Karena gemuruh suara tasbih hanya menyentuh kebesaranKu, sedangkan rintihan para pembuat dosa menyentuh kasih sayangKu.”

YA ALLAH… Kami datang mengemis dihadapan pintuMu.

YA ALLAH… Kami datang dengan deraian air mata, merengek dan memohon kasih sayang serta pengampunan-Mu yang begitu luas.

YA ALLAH… Jika pada bulan yang mulia ini, Engkau hanya menyayangi orang-orang yang mengikhlaskan shiam dan qiyamnya, maka siapa lagi yang menyayangi kami yang tenggelam dalam kubangan dosa dan kemaksiatan ini.

YA ALLAH… Jika Engkau hanya mengasihi orang-orang yang menaatiMu, maka siapa yang akan mengasihi kami yang berlumuran dengan dosa dan maksiat ini.


YA ALLAH… Jika Engkau hanya menerima orang-orang yang tekun dalam beramal, maka siapa yang akan menerima orang-orang yang malas seperti kami ini.

YA ALLAH… Beruntunglah orang-orang yang berpuasa dengan sebenar-benarnya. Berbahagialah orang-orang yang shalat malam dengan sebaik-baiknya. Selamatkanlah orang-orang yang beragama dengan tulus. Sedangkan kami adalah hamba-hambaMu yang hanya bisa berbuat dosa dan maksiat. Sayangilah kami dengan kasihMu. Bebaskanlah kami dari api neraka dengan ampunanMu. Ampunilah dosa-dosa kami dengan kasih sayangMu. Wahai Yang Paling Penyayang dari semua yang Menyayangi, sayangilah kami.

YA ALLAH… Tuangkanlah kesabaran atas diri kami, kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap gangguan orang-orang kafir, baik itu gangguan dzahir maupun batih.

YA ALLLAH… Janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa dan bersalah.

YA ALLAH… Janganlah Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.

YA ALLAH… Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa-apa yang kami tak sanggup memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau sebenar-benarnya penolong kami.

YA ALLAH… Ampunilah dosa-dosa dan tindakan-tindakan yang berlebih-lebihan dalam urusan kami, dan tetapkanlah pendirian-pendirian kami dalam barisan iman dan islam.

YA ALLAH…Janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi orang kafir. Dan ampunilah kami Ya Allah, sesungguhnya hanya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

YA ALLAH…Janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan, padahal Engkau sudah memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisiMu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Karunia.


YA ALLAH…Kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat karena Engkau adalah sebaik-baiknya Pemberi Rahmat.

YA ALLAH…Sempurnakanlah cahaya bagi kami, karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

YA ALLAH…Terimalah amalan-amalan kami, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

YA ALLAH…Sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari dahsyatnya siksaan neraka.

YA ALLAH… Berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksaan neraka yang sangat pedih.

YA ALLAH… Jauhkan azab jahanam dari kami, karena sesungguhnya azab itu adalah kebinasaan yang kekal.

YA ALLAH…Sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

YA ALLAH…Kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, siapa lagi yang akan memaafkan dan mengampuni kami Ya Allah. Jika tidak ada maaf dan ampunanMu niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.

YA ALLAH…Anugrahkanlah kepada kami, istri-istri dan keturunan yang dapat menyenangkan dan menggembirakan hati kami dan jadikanlah kami sebagai orang-orang yang bertakwa.

YA ALLAH…Kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan. Kami telah mengikuti RasulMu Muhammad, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi.

YA ALLAH…Kami sadar bahwa amal-amal kami didunia hanya sedikit dan kami selalu menyalahi apa-apa yang telah Engkau tetapkan, akan tetapi janganlah Engkau hinakan kami dari hari kiamat kelak, sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.

YA ALLAH…Ampunilah kami serta kedua orang tua kami, saudara-saudara kami, anak dan isteri kami dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hari dimana Engkau menghisab semua amal-amal kami selama di dunia.

YA ALLAH…Berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam segala urusan kami.

YA ALLAH…Jadikanlah kami dan keturunan kami sebagai orang-orang yang tetap mendirikan shalat.

YA ALLAH…Dengarkanlah dan kabulkanlah semua do’aku.

Shalawat dan salam selalu tercurahkan atas junjunganMu Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya.

Amin….

Diambil dari BUKU KADO DARI KOTA NABI PENULIS : HASAN HUSEIN ASSEGAF PENERBIT: PUSTAKA BASMA CET:I: JANUARI 2010

Sumber Rabithah Alawiyyah


Thursday, 28 July 2011

JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1432H / 2011


RAMADHAN IMSAKIYAH TIME 1432 H / 2011 M

Alhamdulillah beberapa hari lagi kita memasuki puasa bulan Ramadhan. Semoga pada kesempatan tahun ini kita tidak menyia-nyiakan bulan Ramadhan dan memanfaatkannya dengan hal-hal yang baik. Amiinn..

Kali ini, saya mau share JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1432H / 2011
SEMOGA BERMANFAAT. AMIN YA ROBB..